Langsung ke konten utama

Postingan

How well do you know me?

Comment on this note with your answers. Ask your friends and see who knows the most about you. Where you and I met? How long have you known me? The last time we saw each other? Your first impression of me upon meeting/seeing me? Am I funny? What's my favorite music? Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else (what)? Have you ever hugged me? If there was one good nickname for me, what would it be? If you and I were stranded on an island, what would I bring? Where do you think I will be in 25 years? Will you re-post this so I can fill this out for you?

Tuxedo Kamen: Mana Transformasinya?

One day, beberapa minggu lalu gw nemu DVD Sailor Moon, tapi baru ketonton wiken kemaren. Ngulang something yg dulu pernah tu ternyata lucu juga. Masalahnya sekarang kok jadi ngrasa ada yang kurang.... Klo Transformasinya Sailor Moon & tmn2 bisa segitu panjang prosesnya & diulang2, knp gw ga nemu Transformasinya Tuxedo Kamen ya? Padahal gw doyan Sailor Moon gara2 Tuxedo Kamennya hiks hiks hiks

Feel Like a Square Peg Trying to Fit Into the Round Hole?

Wait.... My theme of the month! That way I would like to say thanks to yahoo, for giving me the chance to find, read & hopefully never forget this one; "Getting your hands dirty is one thing, but getting bruised up is quite another. These types of power struggles usually end up having the same winners every time - the people who play dirty and don't care about who gets hurt. And that is not who you are."

Recycle & Instan

Jaman apa sih sekarang? Jaman recycle apa jaman instan? Klo yg mikirnya instan, mungkin ga kepikir recycling apa yang udah ada, biar jadi jauh lebih bagus lagi.... Klo yg kebiasaan mikir recycle mah, asik2 aj ma yg instan, asal konsekuensinya jg instan. Klo yg ngolah canggih, yg recycle harganya justru bisa mahal banget. Soalnya klo recycle tu, biar lebih murah, tp butuh ketrampilan khusus & prosesnya cenderung lebih ribet. Klo kata gw yg mau ga mau kudu terima yg instan aj sih, sayang aj klo yg bagus2 dibuang. Knp ga diliat kurangnya di mana, diperhatiin biar nemu caranya diapain & gmana biar jadi lebih bagus lagi.... Well. klo emg sempet & mampu, hidup recycle buat semuanya!!!!

amin aja dah ^,^

dari pelatihan penulisan lagi..... klo yg ini kaya tulisan anak2 hihihihi ~*~*~*~*~*~*~*~*~ HARI BARU YANG INDAH TELAH MENANTI "Tulalit, ... tulalit, ..." sejak pagi telepon genggamku tak kunjung lelah menerima berbagai sapa. "Mbak, releasenya sudah di- fax. Sudah diterima atau belum?" - Agung. "Mbak Wie, kita barusan keluar dari ujian pak Adri, pusing deh! Soalnya aja nggak ngerti gimana njawabnya? Salam dari anak-anak." - Arie. "Lagi di mana? Tar ke sini kan?" - Hendro. Kuperiksa sekali lagi, ternyata masih ada juga pesan yang terlewat dan belum terjawab olehku. Hari ini, aku harus mengikuti pelatihan penulisan, sementara mata dan tubuhku terasa sulit untuk diajak bekerjasama. Untunglah kucuran air dari ledeng biru yang bocor, hingga harus dibalut dengan selotip tebal itu, cukup membuatku merasa sedikit lebih segar. "Apa enaknya capek-capek kerja ? Kok kamu mau sih , memang dibayar berapa? Kalau waktumu habis untuk tidur dan bekerj...

Aku yang Bodoh, atau Mereka yang Pintar?

Tugas pelatihan penulisan lagi hihihi ~*~*~*~*~*~*~ "Ada yang bisa saya bantu?" Ujar wanita yang berseragam biru itu, sembari menghampiriku, tanpa meninggalkan senyumnya yang ramah. Aku panik. Lembar bukti pembayaran tiket pesawat yang akan membawaku pulang, terselip entah di mana, dan sebagai akibatnya, aku pun terpisah jauh dari rombongan, yang sama sekali tidak menyadari jika aku sudah jauh tertinggal. Semakin sibuk aku mencari, semakin sulit aku menemukannya. Dan sekarang, seorang petugas sedang menghampiriku. Jangan-jangan... "Ah, sudah! Singkirkan pikiran buruk itu. Aku memang sedang membutuhkan bantuan. Entah dari siapa." Kutarik napas dalam-dalam lalu berkata, "Maaf, tapi bukti pembayaran tiket saya terselip. Saya harus bagaimana?" Kukira aku akan segera mendapatkan tanggapan yang 180 derajat berbeda jauh dengan sikap awal yang ditunjukkannya tadi. Mungkin saja dia akan langsung bergaya sok penting , memasang wajah garang dan ribut m...